POSDAYA


Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun 2005, Presiden Susilo Bambang Yodhoyono mengeluarkan petunjuk agar instansi pemerintah bersama organisasi masyarakat segera melakukan revitalisasi atau penyegaran Posyandu. Hal tersebut dinyatakan karena di masyarakat muncul gejala terjadinya gizi buruk, bangkitnya kembali polio serta penyakit menular lainnya. Banyak pihak yang mengkaitkan kejadian tersebut sebagai akibat makin menurunnya intensitas pembinaan dan kegiatan Posyandu.
Sejak saat itu pemerintah mulai merancang program pemberdayaan keluarga. Karena keluarga Indonesia pada umumnya belum mampu mengembangkan dirinya untuk menyelesaikan masalah secara mandiri, sehingga dibutuhkan jaringan berupa lembaga-lembaga dalam masyarakat yang bisa membantu keluarga yang masih tertinggal.
Sebagai jawaban terhadap anjuran Presiden RI, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, yang disampaikan pada saat menutup Konferensi Nasional Pembangunan Manusia itu, Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) segera mengembangkan jaringan penangananoperasional pada tingkat akar rumput. Pengembangna jaringan itu utamanya diturunkan dari pengalaman yang sukses dalam penanganan program KB di Indonesia.
Untuk melaksanakan sumbangannya itu Yayasan Damandiri mengajak berbagai kalangan  perguruan tinggi dan pemerintah daerah mengembangkan jaringan pelaksana pada tingkat pedesaan dan pedukuhan dalam bentuk Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya).
Dalam perkembangan yang menarik dipandang perlu bahwa jangkauan pengembangan Posdaya diperkuat dengan Kuliah Kerja Nyata atau KKN sebagai wujud atau bagian dari kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di Desa Panjang, kemandirian keluarga, kekuatan system keluarga belum dapat optimal sehingga perlu untuk diterapkan KKN Tematik Posdaya.
1.     Tujuan
Perintisan Posdaya di Desa Panjang ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam empat pilar utama yakni pendidikan, kewirausahaan, kesehatan dan lingkungan.

2.   Sasaran
a.       Terbentuknya POSDAYA sebagai sarana pemberdayaan keluarga dan penduduk untuk pengembangan SDM dan pengentasan kemiskinan. Sasaran utama pembentukan ini bukan semata-mata dengan membentuk Posdaya, tetapi dimaksudkan agar keluarga muda, keluarga lansia, kaya dan miskin bisa bersilaturrahim dan saling peduli sesamanya. Jadi sasarannya adalah bahwa Posdaya ini menjadi forum pemberdayaan keluarga muda kurang mampu dan berkembangnya suasana kehidupan gotong royong di kalangan masysarkat setempat.
b.      Terbentuknya Pengurus melalui fasilitasi yang diberikan oleh Mahasiswa KKN Tim I UNDIP 2012.
c.       Tersusunnya rencana program dan kegiatan pembangunan yang kratif dan inovatif berdasarkan arahan basis human development atau Millenium Development Goals (MDGs).
d.      Terlaksananya program Posdaya dengan pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa.
e.       Makin mengecilnya jumlah keluarga kurang mampu karena mengikuti proses pemberdayaan dan mampu melaksanakan fungsi-fungsi keluarga secara sempurna. Meningkatnya kerja sama Perguruan Tinggi, Pemda, swasta, dan LSM.



Struktur Kepengurusan POSDAYA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar